Menu

Title

Subtitle

Panduan Menganalisa Prediksi Dalam Pertandingan Sepak Bola

December 23, 2016
Ketika menonton perbandingan sepakbola pada layar muka kita terkadang disajikan aktivitas tebak skor yang dijalani para empu. Walau menarik, saya gak percaya tebak skor merupakan sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau sepadan untuk fun and games bolehlah, namun demikian tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada pokok logika yang cukup untuk menebak skor akhir 1 buah pertandingan.

Eksentrik dengan mereka siapa menjulang yang dengan menang -- atau bahwa pertandingan bakal berakhir dengan seri. Menebas seperti itu reguler saja dikerjakan, walau saat akhirnya bola itu buntar sehingga pemenang pun kerap kali lengah diprediksi. Kenapa? Karena terselip tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui tulisan ini abdi akan kirimkan beberapa tips membuat perkiraan yang ketat. Bukan berguna saya saja benar di dalam memprediksi sebuah pertandingan. Pasti lah tidak, meski pun dengan sekutil berbangga (sediiiikit saja) beta memiliki rekor kebenaran antisipasi yang pas tinggi: pukul rata 3 mulai 4 dugaan saya cocok kenyataan.

2 bulan sebelum terjadi, beta memprediksi mau terjadi All German pucuk di Liga Champions. Di final, dikategorikan di depan beribu-ribu warga Surabaya yang menyesaki sebuah acara nonton bareng, saya menenung Bayern Munich akan menundukkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben serupa penentu penguasaan. Sebelum itu saya juga meyakini bahwa Atletico Madrid akan merajin Copa Del Rey. Terakhir, saya mengempik Belanda dengan mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin saya tekankan disini adalah; prediksi bisa betul bisa melenceng, tapi yang penting satu prediksi mutlak harus punya dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang benar maka unsur keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap aja tidak mampu diprediksi dengan 100%, makin prediksi mengenai skor selesai. Akan tetapi, presentase kemungkinan kejituan prediksi naik tajam.

Saya ajak Anda untuk mengkritik beberapa dugaan terakhir hamba guna menerangkan beberapa rukun penting yang saya tetap akan bermanfaat bagi Kamu saat mengira memprediksi sayembara.

Di antara perkiraan yang saya sebut dalam atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali mengenai mistar tiang Atletico]. Meski pun demikian tersedia logika dalam belakang dugaan tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh kian berkualitas. Media masa menyatakan ketidakrukunan tokoh Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, & bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Dari media asing saya menelan kabar kalau Ronaldo serta Mourinho pula tidak sesuai (berita hal hal itu baru merembes di Nusantara beberapa zaman lalu). Serupa pelatih abdi paham betul arti kesejahteraan tim dalam dan di luar lapangan dan dampaknya bagi prestasi tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang pada itu on fire, yang menciptakan saya keji memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips prediksi 1: Pertimbangkan suasana pada tim, paling utama saat satu buah turnamen berjalan di mana pemain harus terus rapi tanpa sanggup menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat festival cup, kemonceran striker demi menentukan. Tatkala pertandingan perhubungan kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta seluruh elemen menjulang lainnya. Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau keuletan keseluruhan kru juga mesti dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi kontrol Belanda 3-0 atas Indonesia saya mengikuti hati nurani. Berdasar pada subjektif abdi membela Nusantara tentunya. Tapi, saat memakai kacamata dinamakan objektivitas, aku semua wajar setuju bahwa Belanda suntuk di kepada Indonesia. Kemudian mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih mencolok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat adapun Indonesia dengan bermain melimpah gairah, dengan demikian akan bisa mereduksi pertarungan kualitas. Oleh sebab itu, skor sedikit atau luas bisa sekadar diprediksi secara sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, merupakan keberuntungan semata.

Tips bayangan 3: Hindari membela satu buah tim tatkala membuat perkiraan. Kita larat selalu berhajat tim mahkota kita menang, tapi ketika membuat antisipasi tentu mantik harus diutamakan di untuk fanatisme berkesinambungan.

Saya tersenyum saat mengatakan di sebuah media tanda tentang persamaan-persamaan final Liga Champions tahun ini dengan tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir bengawan. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund bertolak pada fakta-fakta itu. Mereka meleng bahwa fakta-fakta tersebut memukau dan benar2 benar adanya, namun gak memiliki kolerasi apapun beserta pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fakta dengan keaslian yang lain merupakan salah satu contoh dari sekian banyak macam fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terpancing para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan layak menjadi landasan membuat 1 buah prediksi festival.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan jurang Dortmund vs Bayern pun dimunculkan terlintas bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang semarak saat menjaga Bayern, besar yang kemudian menilai BVB akan dapat mengalahkan Bayern di kesimpulan Eropa. Hal ini mengecoh. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Berita Bola Nasional Statistik awal musim pula biar tidak bisa dengan begitu saja menjadi tonggak. Perkembangan kedua tim sejak pertemuan belakang perlu dipertimbangkan.

Tips dugaan 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Kamu pada statistik pertandingan jurang kedua menjimbit yang paling dekat beserta saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini pula.

Karena antisipasi saya terkadang saya tampilkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak mohon saya menenung berbagai pertentangan lainnya. Mayoritas saya abaikan atau aku tolak dengan alasan kurang paham mengenai kekuatan ke-2 tim. Alasan saya itu senafas secara tips prediksi berikut.

Tips prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat dugaan tanpa dilatar belakangi petunjuk dan wawasan yang baik mengenai kru atau perkongsian tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari memproduksi prediksi tentang MU vs Chelsea. Aku mustahil sebagai pakar tentang semua liga yang tersedia. Akui pula.

Tips bayangan 7: Kalian juga tidak seharusnya menenung setiap festival. Ada waktunya pertandingan super sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua tim menurut Engkau 50-50. Jika sudah demikian tahan bangun, hindari mengempa diri memproduksi prediksi. Dengan demikian prosentase kejituan dugaan anda mau meningkat.

Tetap banyak proporsi lainnya yang bisa serta patut dikenakan dalam menghasilkan sebuah bayangan yang berkelas. Karena keterbatasan tempat abdi berhenti cukup di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh realitas prediksi tersebut. Sebuah antisipasi yang berkelas, baik sahih maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau kualitas analisa yang ada di belakangnya.

Go Back

Comment

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.